Terbongkar Di Persidangan Ternyata SF Hariyanto dan Suparman Biang Kerok OTT di Riau

oleh -45 Dilihat

 

tiraipublik.Com _ PEKANBARU – Fakta persidangan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mulai mengarah pada dugaan baru yang lebih serius. Bukan sekadar soal permintaan fee, tetapi juga dugaan aliran dana yang disebut berasal dari saksi pelapor, SF Hariyanto, melalui orang dekatnya bernama Suparman eks koruptor APBD Riau.

 

Hal itu disampaikan Tata Maulana, salah satu saksi yang turut diamankan dalam OTT KPK November 2025. Ia menilai, jalannya persidangan justru membuka kemungkinan adanya skenario yang lebih besar di balik kasus tersebut.

 

“Dalam sidang terungkap adanya bukti pinjaman uang dari salah satu Kepala UPT untuk memenuhi permintaan fee 5 persen. Tapi yang jadi pertanyaan, uang itu dipinjam dari seseorang yang diduga orang dekat SF Hariyanto, yakni Suparman,” ujar Tata, Jumat (24/4/2026).

 

Menurut dia, fakta tersebut justru memunculkan dugaan bahwa sumber dana bukan murni dari para Kepala UPT.

 

“Ini yang menjadi tanda tanya besar. Jangan-jangan uang untuk setoran itu justru disiapkan dari pihak pelapor sendiri untuk membangun skenario,” tegasnya.

 

Tata juga menyoroti kejanggalan lain dalam persidangan, terutama soal keseragaman Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para saksi.

 

“Kesaksian enam Kepala UPT di persidangan menyebut tidak pernah ada perintah langsung atau ancaman dari Abdul Wahid. Tapi dalam BAP, narasinya seragam, bahkan sampai istilah ‘matahari satu’ selalu muncul. Ini terkesan diarahkan,” katanya.

 

Ia juga menyinggung peran SF Hariyanto sebagai saksi pelapor yang dinilai tidak sinkron dengan keterangan di persidangan.

 

“Nama Ardi dicatut dalam BAP sebagai sumber informasi. Tapi di sidang, Ardi membantah pernah menyampaikan hal itu kepada siapa pun, termasuk kepada SFH,” lanjutnya.

 

Lebih jauh, Tata mengaku sudah mencurigai adanya kejanggalan sejak awal proses di KPK.

 

“Saat di Gedung Merah Putih, setelah pemeriksaan dini hari, saya melihat para Kepala UPT dan Sekretaris PU saling berpelukan. Ada kesan seperti merayakan sesuatu. Dari situ saya mulai curiga ada skenario,” ujarnya.

 

Tata menegaskan, pihaknya percaya majelis hakim akan melihat fakta secara objektif.

 

“Hakim terlihat kritis, bahkan mencecar saksi soal makna ‘matahari satu’ dan alasan ketakutan para Kepala UPT. Kami yakin hakim akan memutus secara adil,” tutupnya.

 

Yang menarik, nama Suparman bukan kali ini saja muncul dalam pusaran kasus besar di Riau. Sumber pejabat Riau minta namanya dirahasiakan mengatakan kasus lama yang pernah menyeret mantan Gubernur Riau, Annas Maamun.

 

“Nama Suparman ini bukan baru. Dalam kasus OTT sebelumnya yang menjerat mantan Gubernur Riau, nama ini juga sempat disebut-sebut punya peran dalam mengatur skenario,” ungkapnya.

 

Meski demikian, semua dugaan tersebut masih menjadi bagian dari dinamika persidangan yang belum berkekuatan hukum tetap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.