Dari Keluarga Sederhana, Zicho Kejar Mimpi Jadi Bintang Sepak Bola Nasional

oleh -8 Dilihat

tiraipublik.Com  _ Pekanbaru — Di balik hiruk-pikuk kehidupan sederhana, lahir tekad kuat dari seorang pelajar kelas 9 di SMP Negeri 27 Pekanbaru. Namanya Zicho Nadeyo Pratama, remaja yang memilih menantang keadaan lewat satu jalan: sepak bola.

 

Sebagai seorang striker, Zicho dikenal memiliki insting tajam di depan gawang. Namun, perjalanan menuju mimpinya tidaklah mudah. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, dari keluarga sederhana—ayah seorang pekerja swasta, ibu rumah tangga—yang menjadi alasan terbesar baginya untuk terus berjuang.

 

Kini, satu langkah penting telah ia lewati. Proses pendaftaran ke SMA olahraga di kawasan Rumbai, yang tak jauh dari stadion, telah ia jalani mulai dari pendaftaran online, seleksi, hingga daftar ulang.

 

“Alhamdulillah, nomor saya keluar, Pak,” ucap Zicho penuh rasa syukur.

 

Namun perjuangannya belum selesai. Ia masih harus menuntaskan ujian kelulusan di sekolahnya saat ini. Harapan Zicho sederhana namun dalam melanjutkan pendidikan di SMA olahraga agar bakatnya di cabang sepak bola bisa berkembang maksimal.

 

“Saya ingin membuat orang tua, adik, dan keluarga bangga,” katanya dengan nada tegas.

 

Sejak SMP, Zicho telah ditempa di SSB Rumbai FC JR di bawah asuhan legenda Rinho Yuska. Dari sanalah mental bertandingnya mulai terbentuk. Kini, ia terus mengasah kemampuan dengan bergabung di SSB UIR untuk mengikuti kompetisi Liga TopSkor U-16 tahun 2026.

 

Baginya, sepak bola bukan sekadar hobi melainkan jalan hidup. Ia bermimpi menjadi pemain terkenal di tingkat nasional, membawa timnya menjadi juara, dan mengharumkan nama daerah.

 

Di tengah keterbatasan, Zicho tidak memilih menyerah. Ia memilih berlari lebih kencang dari keraguan, lebih kuat dari tekanan, dan lebih jauh dari batas yang orang lain bayangkan.

 

“Saya mungkin bukan dari keluarga kaya, tapi saya punya mimpi yang besar.”

 

Kisah Zicho adalah gambaran nyata bahwa mimpi tidak pernah melihat latar belakang. Dari lapangan sederhana di Rumbai, seorang anak muda sedang membangun masa depan—dengan kerja keras, keyakinan, dan keberanian menantang nasib.

 

 

Tim ___ Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.