*BEM FEB UNILAK Perkuat Sinergi dengan BNN Kota Pekanbaru, Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Lawan Narkoba*

oleh -9 Dilihat

 

Pekanbaru — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning (BEM FEB UNILAK), Yosua antonius p.s., menegaskan komitmen kuat mahasiswa dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba melalui sinergi strategis bersama Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbaru. Hal ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkoba yang menyasar generasi muda, khususnya di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.

 

Dalam keterangannya, Yosua menekankan bahwa persoalan narkoba bukan lagi isu biasa, melainkan ancaman serius yang dapat merusak masa depan bangsa. Ia menilai bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan (agent of change) yang harus mampu mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan, edukasi, hingga advokasi di tengah masyarakat.

 

“Peredaran narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan menyasar berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Oleh karena itu, kami dari BEM FEB UNILAK mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak bersikap apatis. Sudah saatnya kita berdiri di barisan terdepan, melawan dan memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Yosua.

 

Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, BEM FEB UNILAK berencana membangun kolaborasi berkelanjutan dengan BNN Kota Pekanbaru melalui berbagai program strategis. Program tersebut meliputi kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan kampus, penyuluhan ke sekolah-sekolah, diskusi publik, hingga pelatihan kader anti-narkoba yang akan menjadi pelopor gerakan di kalangan mahasiswa.

 

Selain itu, BEM FEB UNILAK juga mendorong terciptanya gerakan kolektif berbasis mahasiswa yang tidak hanya fokus pada edukasi, tetapi juga pada pengawasan sosial terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menciptakan ruang-ruang aman yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

 

“Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi harus menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan. Kami ingin mahasiswa FEB UNILAK hadir sebagai solusi, bukan hanya sebagai penonton. Dengan edukasi yang masif dan gerakan yang terstruktur, kita optimis dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda,” lanjutnya.

 

Yosua juga mengajak seluruh elemen kampus, mulai dari civitas akademika, organisasi mahasiswa, hingga alumni untuk turut serta mendukung gerakan ini. Ia menilai bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

 

Tidak hanya itu, BEM FEB UNILAK juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, maupun organisasi kepemudaan lainnya, guna memperkuat gerakan anti-narkoba di Provinsi Riau. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang sehat, produktif, dan bebas dari pengaruh negatif narkoba.

 

Di akhir pernyataannya, Yosua kembali menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif.

 

“Kami siap bersinergi dan mendukung penuh setiap langkah BNN Kota Pekanbaru dalam memberantas narkoba. Ini adalah panggilan moral bagi kita semua. Mari kita jaga diri, jaga teman, dan jaga masa depan kita dari ancaman narkoba,” tutupnya.

 

Dengan adanya komitmen dan langkah konkret ini, diharapkan kolaborasi antara mahasiswa dan BNN dapat menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan Provinsi Riau yang bersih dari narkoba serta menciptakan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.